Profil Dosen
Luaran Lain
Klik pada judul untuk melihat detail data
| No. | Judul | Deskripsi | Jenis Luaran | Tahun |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Sistem Pengendali Nutrisi Otonom Pada Tanaman Melon Madu Hidroponik Berbasis Integrasi Algoritma Kecerdasan Buatan Berdasarkan Waktu Masa Tanam | Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sistem hidroponik pada budidaya tanaman melon madu. Penggunaan teknologi cerdas yang berbasis algoritma kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan pengelolaan nutrisi sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman selama masa pertumbuhan. Permasalahan utama yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah tingginya ketergantungan pada pengelolaan manual dalam sistem hidroponik konvensional yang sering tidak efisien dalam pemberian nutrisi dan air. Pengelolaan manual cenderung tidak konsisten dan kurang responsif terhadap perubahan kebutuhan tanaman selama masa tanam. Kesalahan manusia dalam menentukan jumlah dan waktu pemberian nutrisi dapat menyebabkan hasil panen yang kurang optimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, pemantauan dan pengelolaan nutrisi secara manual memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar yang menjadi kendala utama bagi petani skala kecil hingga menengah untuk bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi masalah ini, maka dalam penelitian ini diusulkan suatu pengembangan sistem pengendali nutrisi otonom berbasis integrasi algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dan Logika Fuzzy. Algoritma CNN berfungsi untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan tanaman secara otomatis berdasarkan waktu dan parameter pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman. Sedangkan algoritma Logika Fuzzy digunakan untuk menyesuaikan konsentrasi takaran nutrisi yang diberikan secara dinamis kepada tanaman melon madu berdasarkan hasil analisis fase pertumbuhannya. Sistem pengendali otonom ini juga dilengkapi dengan berbagai sensor untuk merespon dan mendeteksi perubahan lingkungan di sekitar media tanaman seperti kelembaban tanah, temperatur dan konsentrasi nutrisi secara real- time yang datanya diolah melalui algoritma kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi dan tindakan otomatis pada perangkat pengendali otonomnya. Tahap penelitian ini diawali dengan perancangan perangkat keras yang dilengkapi oleh sensor pendeteksi kelembaban tanah, dan temperatur yang diintegrasikan dengan sistem pengendali berbasis kecerdasan buatan yaitu Algoritma CNN dan Logika Fuzzy. Algoritma CNN digunakan untuk mengklasifikasi fase pertumbuhan melalui perubahan ketinggian tanaman. Sementara itu Logika Fuzzy berfokus pada pengaturan otomatis jumlah kadar nutrisi sesuai kebutuhan tanaman untuk setiap masa tanam tertentu. Selanjutnya pengujian dilakukan pada tanaman melon madu selama 60 hari masa tanam dan hasilnya dibandingkan dengan metode konvensional. Tahap kedua, penelitian lebih terfokus pada penerapan algoritma kecerdasan buatan dimana CNN dilatih menggunakan dataset ketinggian tanaman melon madu untuk memastikan tercapainya nilai akurasi tinggi dalam mengidentifikasi fase awal tanam (vegetatif), fase pertumbuhan (generatif) dan fase panen. Sedangkan algoritma Logika Fuzzy dirancang untuk memastikan takaran nutrisi optimal tercapai berdasarkan informasi data output dari semua sensor yang terpasang dan output CNN. Tahap ketiga, proses pengujian sistem dilakukan di lokasi tempat penelitian di perkebunan hidroponik greenhouse tanaman melon madu selama ± 60 hari masa tanam. Pengujian dilakukan secara bertahap untuk memastikan keandalan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) tetap bekerja dalam kondisi lingkungan nyata. Pada tahapan akhir merupakan tahapan analisis dimana data yang diperoleh dari pengujian lapangan berupa ketinggian tanaman, kadar kemanisan (Brix), dan efisiensi penggunaan nutrisi yang akan menjadi evaluasi keberhasilan sistem. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan sebuah sistem otomatisasi yang bekerja secara otonom khususnya dalam mengatur pengelolaan nutrisi pada tanaman melon madu hidroponik. Selain itu juga mendorong untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen yang dilihat dari indikator ketercapaian level tertinggi kadar kemanisan dan ukuran buah melon. Penekanan lain dari tujuan penelitian ini adalah juga untuk memberikan solusi yang dapat diadopsi oleh petani melon madu dalam skala komersial sehingga mendukung penerapan teknologi pertanian presisi yang berkelanjutan Penelitian ini menghasilkan dua luaran utama yaitu publikasi jurnal internasional dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Luaran wajib berupa artikel hasil penelitian ini yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi terindeks scopus dengan peringkat Q3. Selain itu, hasil pengembangan sistem pengendali nutrisi otonom selama penelitian ini juga telah didaftarkan untuk memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai luaran tambahan. Dengan kedua luaran tersebut, maka penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian di sektor pertanian modern yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Hasil peneilitian menunjukkan tingkat kenaikan kadar kemanisan buah melon meningkat sebear 11,7 % atau naik dari nilai kemanisan 15 Brix menjadi 17 Brix. Selain itu, tingkat keakurasian kinerja sistem otonom meningkat sebesar 99,7 % dibandingkan kinerja cara manual sebesar 87,2%. | Prototype | 2024 |
| 2 | PEMBUATAN MODEL IRIGASI PENGKABUTAN PADA GREENHOUSE PRODUKSI I DI PERKEBUNAN HIDROPONIK WANGUNSARI FARM LEMBANG MENGGUNAKAN APLIKASI TEKNOLOGI INTERNET | Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kali ini akan melakukan pengembangan penerapan teknologi sekaligus memberikan pelatihan tentang sistem irigasi otomatisasi di Perkebunan Hidroponik Greenhouse Wangunsari Farm Lembang Kabupaten Bandung Barat. Selama ini sistem pengairannya masih dilakukan dengan teknik manual yaitu seluruhnya menggunakan tenaga manusia sehingga memungkinkan akan muncul masalah saat melakukan proses pemberian kadar nutrisi pada media tanam dan tanamannya sendiri. Kebutuhan nutrisi ini seharusnya ditakar secara akurat agar mampu memenuhi kebutuhan yang disesuaikan berdasarkan perubahan kondisi lingkungan sekitarnya. Usulan penerapan teknologi pada kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui konsep smart watering berbasis internet yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kualitas sayura sebagai salah satu solusi bagi masalah selama ini. Dalam pelaksanaannya untuk tahap awal melakukan perancangan model sistem pengairan secara otomatis menggunakan bantuan internet sebagai pengendali jarak jauhnya. Hasilnya menunjukan bahwa perangkat dapat bekerja dan melakukan penyiraman tanaman secara otomatisasi menyesuaikan kondisi lingkungan serta persentase peningkatan pemahaman peserta pelatihan menunjukan nilai rata-rata diatas 80 %. Kedepannya setelah kegiatan ini ada kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pengairan cerdas dengan skala area lebih luas. Kata kunci: greenhouse, smart watering, intrnet, otomatisasi, irigasi | Prototype | 2023 |