Penerapan Trashrack sebagai Solusi Pengelolaan Sampah dan Pencegahan Banjir di Desa Bojongkoneng


Peneliti

Dr. Ir. Y Djoko Setiyarto, ST., MT. Dr. Mohamad Donie Aulia, ST., MT., MM Dr. Vitta Pratiwi, M.T Dr Falderika, ST.,MT.

Deskripsi

Permasalahan sampah yang menyumbat saluran drainase masih menjadi isu lingkungan yang signifikan di kawasan permukiman padat, termasuk di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan aliran air terhambat dan timbulnya genangan, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan aparat desa, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Teknik Sipil UNIKOM merancang program penerapan trashrack sebagai solusi teknis pencegahan penyumbatan drainase. Kegiatan ini mencakup tiga tahapan utama: (1) pra aksi berupa sosialisasi dan persiapan alat, (2) aksi berupa pembersihan saluran dan pemasangan trashrack, serta (3) pasca aksi berupa evaluasi dan edukasi lanjutan kepada warga. Selain pemasangan alat, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan perawatan saluran secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini selaras dengan tujuan SDGs poin 6 (air bersih dan sanitasi layak) dan poin 11 (permukiman berkelanjutan), dan diharapkan menjadi model kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penyelesaian masalah lingkungan berbasis teknologi sederhana dan partisipasi aktif warga.

Detail Abdimas

Program Studi: TEKNIK SIPIL - S1
Outcome:1. Lingkungan yang Lebih Bersih dan Sehat Terciptanya saluran drainase yang bebas dari sumbatan sampah, sehingga mengurangi risiko genangan, banjir lokal, dan penyakit berbasis lingkungan seperti DBD. 2. Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan saluran air, serta mulai terlibat aktif dalam kegiatan pemeliharaan secara rutin. 3. Penerapan Teknologi Sederhana yang Efektif Trashrack sebagai solusi teknis terbukti dapat diterapkan dengan mudah, murah, dan efektif di lingkungan permukiman, serta dapat direplikasi di lokasi lain dengan masalah serupa. 4. Penguatan Kapasitas Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan keilmuan teknik sipil pada masalah nyata di masyarakat, serta mengasah keterampilan komunikasi, kerja tim, dan kolaborasi lintas sektor. 5. Model Kolaboratif untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Terbangunnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mewujudkan desa yang tanggap terhadap isu lingkungan.
Tahun:2025
Tanggal Pelaksanaan:2025-07-26 - 2025-07-26
Jenis Abdimas:Kegiatan Insidental (Kurang dari 1 bulan)
Kategori Kegiatan:Memberi latihan/ penyuluhan/ penataran/ ceramah pada masyarakat. Insidental